| Tiga Hari Pertama CSL Camp |
|
|
|
|
Setelah malam pembukaan program Climate-Smart Leaders (CSL – Minggu/4/7/2010), peserta memasuki tiga hari pertama dari serangkaian pelatihan CSL. Kali ini mereka mulai merasakan kehidupan di tenda perkemahan Educamp di Gelanggang Samudera Ancol (GSA). Di hari pertama mereka mendapatkan ilmu seputar kepemimpinan yang difasilitatori oleh Yayasan Indonesia Lebih Baik (YILB). Di sesi ini Bapak Tri Ch. Trisnohandoko dan Deddy Mahyarto berbagi pengetahuannya tentang kepemimpinan, mulai dari unsur-unsur apa sajakah yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin hingga pentingnya komunikasi dan empati untuk membangun rasa percaya bagi pemimpin. Setelah seharian menjalani beberapa sesi tentang kepemimpinan, peserta berkesempatan mengikuti permainan yang difasilitasi oleh Arus Liar, yaitu Treasure Hunt. Disini peserta dibagi menjadi beberapa team dan berlomba-lomba memecahkan petunjuk menuju ‘harta karun’ tersembunyi.
{ Sesi Kepemimpinan oleh Tri Ch. dan Treasure Hunt (ki-ka) } Pada hari kedua, peserta mendapatkan pengetahuan tentang konsep-konsep pembangunan berkelanjutan yang bertujuan memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sesi ini dipimpin oleh Ibu Ratnasari dari Rimbawan Muda Indonesia (RMI). Selain itu, beliau juga menerangkan relevansi pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim. Setelah sesi pembangunan berkelanjutan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menikmati fasilitas Outbondcholic yang disediakan oleh PT Pembangunan Jaya Ancol secara gratis. Kegiatan outbond ini cukup menantang dan menguras energi serta mampu membuat adrenalin teman-teman muda kita ini berpacu. Sungguh merupakan pengalaman yang menyenangkan terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan kegiatan outbond yang cukup menantang ini.
{ Sesi Pembangunan Berkelanjutan oleh RMI, Outboundholic, Pandji Pragiwaksono (arah jarum jam) } Pada malam harinya para peserta bertemu dengan Pandji Pragiwaksono, seorang tokoh muda yang selain aktif dalam dunia hiburan juga sering terlibat dalam banyak kegiatan sosial. Di sesi yang berjudul ”Meet The Starfish” ini, Pandji berbagi pengalamannya dalam mempromosikan kegiatan sosialnya melalui social media. Ia menekankan perkembangan tekhnologi yang membuka akses pada demokrasi komunikasi, dapat dijadikan media bagi peserta CSL untuk membangun jaringan, mempromosikan project serta menemukan orang-orang yang mempunyai minat yang sama dengan mereka. Para finalis sangat terkesan dengan tiga hari pertama CSL Camp. Mereka tidak sabar sangat antusias emnghadapi hari berikutnya, terlebih kunjungan lapangan ke beberapa tempat, seperti Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK), dan Green Radio. Di tempat-tempat ini mereka akan memperdalam ilmu mereka seputar keanekaragaman hayati, green business, dan green media. CSL merupakan program Yayasan Pembangunan Berkelanjutan bekerja sama dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek), Dewan Nasional Perubahan Iklim dengan mengaplikasikan nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam Bumi (Earth Charter) mengembangkan program Climate-Smart Leaders (CSL). Dukungan terhadap program CSL juga diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Harian Kompas, Ancol Taman Impian, British Council Indonesia, CEE (Center for Environmental Education), Greeneration Indonesia, The Climate Project Indonesia dan Green Radio FM.
Sesi Pembangunan Berkelanjutan oleh RMI, Outboundholic, Pandji Pragiwaksono (arah jarum jam) |