Konsumsi Produk Organik
Konsumsi Produk Organik Mengurangi Dampak Perubahan Iklim PDF Print E-mail

Berbagai upaya dari dan untuk anak muda telah dilakukan dalam rangka berpartisipasi untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Namun pentingnya kepedulian lingkungan, juga seharusnya dimulai dari institusi yang bersangkutan, yaitu sekolah. Kesadaran seperti ini sudah mulai banyak berkembang San Diego, Amerika Serikat. Sebuah program bernama Farm to Shool (FtS) telah diterapkan di hampir semua sekolah di San Diego.

Program ini bertujuan untuk menyediakan produk organik bagi para siswa di sekolah tersebut. Program yang merupakan kerjasama antara Center for Food & Justice (CFJ) dan jaringan sekolah di San Diego bertujuan untuk membangun pola konsumsi organik sedari awal. Dalam progrm ini, anak-anak bukan hanya disuguhi berbagai makanan yang terbuat dari bahan organik. Mereka juga belajar mempraktekkan metode penanaman, cara mengolahnya, juga manfaat dari tanaman organik.

Program ini mendapat sambutan baik dari para murid. Mereka bisa langsung merasakan manfaatnya, terutama kesegaran dari makanan tersebut. Vanessa Zajfen, salah seorang staff FtS mengatakan bahwa mereka berharap para murid akan memiliki kesadaran bahwa bahan pangan tidak hanya berasal dari supermarket yang dibungkus oleh plastik, namun mereka juga bisa menanam dan memetik hasilnya sendiri.

Pola konsumsi organik, selain rasanya yang segar, juga berdampak jauh lebih baik bagi kesehatan. Tren konsumsi makanan cepat saji di kalangan anak-anak dan remaja telah menyebabkan obesitas, meningkatnya kolesterol, dan resiko berbagai penyakit pada umur yang sangat muda. Berbagai dampak buruk yang telah menimpa banyak anak-anak dan remaja di Amerika Serikat menjadi salah satu pendorong lahirnya program ini. Selain itu, industri makanan cepat saji, yang diproduksi secara massal, juga telah berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Maka dari itu program ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda pada pola kehidupan yang lebih sehat untuk masa depan yang lebih baik.

Berdasarkan berbagai penelitian, industri makanan organik telah membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh rendahnya emisi dan sampah yang dihasilkan oleh produksi buah dan sayuran organik. Energi yang dibutuhkan dalam proses produksi bahan makanan organik adalah 63% dari proses produksi bahan makanan biasa. Maka dari itu, menaikkan tingkat konsumsi organik menjadi salah satu upaya memerangi perubahan iklim yang bisa dilakukan oleh semua kalangan dan umur. Membiasakan pola konsumsi organik sedari dini merupakan sebuah upaya untuk melahirkan generasi muda yang sehat dan aktif.

Di Indonesia memang belum ada ketentuan secara formal akan pola konsumsi ini. Walaupun begitu, berbagai kegiatan kolektif untuk mempromosikan telah banyak dilakukan. Anak muda yang menjadi kunci masa depan bangsa, juga bisa berperan dalam upaya ini. Mulai dari menerapkannya pada diri sendiri hingga mempromosikan pola konsumsi organik, baik kepada lingkungan sekitar maupun ke tingkat institusi pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilihat di www.farmtoschool.org

 
Share

CSL merupakan program :

YPBEarth Charter

YILB

Didukung oleh :

  • BNI
  • ANCOL
  • HANDSPRINT
  • KOMPAS
  • GI
  • DAAITV
  • IP
Copyright © 2010 - Climate Smart Leaders. Developed by Cora Media Interaktive and Ramot Stephanus
This website is optimized for IE7+, Firefox 3 & Chrome 4.