Mental Penemu
Mental Penemu: Syarat Utama Menjadi Inovator PDF Print E-mail

Banyak sekali penemuan yang dilatarbelakangi oleh kejadian sehari-hari hidup kita. Niat dan upaya untuk mengatasi masalah di sekitar kita adalah kunci utama menjadi penemu. Inilah yang disebut mental penemu. Penemu atau inovator adalah mereka yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat melalui inovasi-inovasinya. Salah satu karakter yang wajib dimiliki oleh mereka adalah: Mental Penemu. Mental penemu menjadi dorongan bagi inovator untuk memberikan solusi dari berbagai macam permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sudah banyak sekali contoh orang-orang yang menemukan sebuah terobosan dari permasalahan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah Chester Greenwood. Saat berumur 13 tahun, ia menemukan earmuff, alat penghangat telinga untuk musim dingin. Awalnya Chester merasa kupingnya kedinginan saat bermain ice skating. Untuk mengatasi masalah ini, Chester meminta tolong neneknya untuk membantu membuatkan alat yang bisa mengurangi rasa dingin di kupingnya. Mereka berdua menggunakan kawat dengan diberi kapas penutup di kedua ujungnya untuk melindunginya telinganya. Dari penemuannya ini, Chester mematenkannya ketika berumur 17 dan berhasil mengembangkan penemuannya menjadi sebuah bisnis yang berguna bagi banyak orang.

Selain Chester, seorang pegawai Johnson and Johnson bernama Earl Dickinson adalah penemu plester luka ringan atau yang akrab disebut band-aid. Penemuannya ini diawali dari kebiasaan istri barunya yang ceroboh di dapur sehingga jarinya sering kali terkena pisau. Dari masalah ini, Earl mencari cara untuk mengatasi luka tersebut dengan cepat. Akhirnya ia melekatkan kain kasa dengan plester untuk pembedahan. Kemudia ia melapisinya dengan pelekat agar bisa dilingkarkan ke jari istrinya. Setelah berhasil mengatasi masalah ini, ia mengajukan idenya ke perusahaan tempatnya bekerja. Pihak perusahaan yang menyukai ide Earl, kemudian memberikan kesempatan baginya untuk mematenkannya. Earl pun mendapat royalti atas penemuannya, hingga akhir hidupnya.

Sama halnya dengan Clarence Crane. Awalnya Clarence adalah seorang pengusaha coklat di Ohio. Ia menyadari pada musim panas penjualan coklatnya menurun karena coklatnya yang mudah meleleh. Agar tetap bisa mendatangkan pemasukkan bagi perusahaan dan karyawannya, Crane memutar otak dan akhirnya menghasilkan permen Life-Saver. Permen ini hingga hari ini sangat terrenal di Amerika Serikat dan menjadi salah satu permen dengan penjualan tertinggi.

Dari berbagai cerita ini kita bisa melihat bahwa permasalahan yang kita hadapi sehari-hari bukan hanya bisa menjadi kendala. Dengan niat untuk mengatasinya, masalah-masalah itu bisa menjadi sumber inspirasi untuk berinovasi dalam menghadirkan solusi yang berguna bagi masyarakat luas. Menurut Thomas Alva Edison, yang telah mematenkan lebih dari 1.093 jenis paten, pada dasarnya hampir setiap orang punya kesempatan untuk meraih sukses seperti dirinya. Salah satu solusinya, adalah bagaimana seseorang cara memandang melihat peristiwa sehari-hari dan menganalisa pengalamannya.

Selain niat yang kuat, kegigihan dalam berusaha juga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan berinovasi. Kegigihan adalah ketetapan hati untuk terus mencoba walaupun menghadapi kegagalan pada awalnya. Kebanyakan inovator akan menghadapi kegagalan terlebih dahulu sebelum berhasil mencapai tujuannya. Namun dengan kegigihan yang kuat, pasti keberhasilan akan dicapai.

Semangat dan cerita dari berbagai inovator ini akan menginspirasi anak muda untuk terus berinovasi. mereka bisa menjadi contoh dan panutan bagi generasi muda untuk terus gigih mencoba, menghadirkan inovasi-inovasi yang memberikan solusi bagi berbagai masalah yang kita hadapi sehari-hari. Climate Smart Leaders...Take Action!

Disadur dari tulisan oleh Anthony Dio Martin, yang diperoleh dari mailing list.

 
Share

CSL merupakan program :

YPBEarth Charter

YILB

Didukung oleh :

  • BNI
  • ANCOL
  • HANDSPRINT
  • KOMPAS
  • GI
  • DAAITV
  • IP
Copyright © 2010 - Climate Smart Leaders. Developed by Cora Media Interaktive and Ramot Stephanus
This website is optimized for IE7+, Firefox 3 & Chrome 4.