| Mobil Hemat Energi Hasil Generasi Muda Indonesia |
|
|
|
|
Dalam rangka mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon 2010, mahasiswa ITB telah menciptakan tiga mobil hemat energi. Selain mahasiswa dari ITB, beberapa universitas lain di Indonesia seperti UI, UGM dan ITS juga mengikuti kompetisi ini. Shell Eco Marathon 2010 merupakan sebuah kompetisi yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Prancis, Finlandia, dan Inggris. Tujuan utama dari kompetisi ini adalah penciptaan dan pengembangan kendaraan hemat energi dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim. Di ITB ada dalam tiga kelompok, Tim HEAVE-Exia, Rajawali, dan CikaL yang mengikuti kompetisi ini. Kedua tim perrtama tadi mengikuti kategori “Future Concept” sedangkan CikaL mengikuti kategori “Urban Concept”. Masing-masing kelompok terdiri dari 12-17 orang. Dalam kategori “Future Concepts” peserta dminta untuk mendisain atau menciptakan sebuah kendaraan yang menggunakan seminimal mungkin bahan bakar dengan beberapa ketentuan tertentu seperti maksimum berat dan tinggi. Sedangkan untuk kategori “Urban Concepts”, panitia mengharapkan sebuah mobil hemat energi yang didisain untuk kenyamanan berkendara masyarakat perkotaan yang nyaman dipakai sehari-hari. Tim Rajawali menyatakan bahwa mereka memilih bahan baku yang ramah lingkungan dan menghasilkan emisi karbon seminimal mungkin. Salah satu ara yang dilakukan adalah dengan menerapkan tekhnologi bearing keramik untuk meminimalkan gesekan roda sehingga putaran mesin tidak banyak memeelukan bahan bakar. Untuk kopling yang mana biasanya digunakan kopling gesek, tim Rajawali mengembangkan kopling magnet. “Hasilnya mobil seberat 50 kg dengan satu penumpang yang mampu melaju dengan kecepatan 30 km/jam dengan kebutuhan bensin satu liter bensin oktan 95 untuk 1.000-1.500 km,” tutur Ananta Bagas, manajer tim Rajawali. Sedangkan tim CikaL yang memilih yang harus membuat kendaraan yang nyaman dipakai sehari-hari di perkotaan sesuai dengan tema “Urban Concepts”. Untuk itu tim ini membangu kendaraan yang lebih besar dibandingkan tim Rajawali dan HEAVE-Exia. CikaL menggunakan sistem eleltronik dengan kabel sebagai penggerak utamanya yang berguna untuk mengoptimalkan suhu, meringankan puaran mesin, dan meringankan beban kendaraan. Rektor ITB, berharap penemuan ini akan mampu menjawab tantangan dunia otomotif masa depan Prof.Akhmaloka, Ph.D yang oleh banyak pihak bisa beradaptasi dengan usaha mengurangi dampak perubahan iklim. Terciptanya mobil hemat energi oleh mahasiswa ini adalah bukti dari tingginya antusiasme anak muda dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Mereka menyadari bahwa di tangan merekalah masa depan dibangun. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh anak muda untuk berpartisipasi dalam usaha melawan perubahan iklim, salah satunya dengan mengikuti program Climate Smart Leaders (CSL). Program ini dikembangkan untuk membekali pesertanya dengan berbagai pengetahuan berkaitan dengan isu perubahan iklim dan penanggulangannya.
Disadur dari Harian Kompas 27/04/10 hal 12 dan http://www.tempointeraktif.com/hg/uji_produk/2010/04/26/brk,20100426-243143,id.html Gambar dari: http://otomotif.vivanews.com/news/read/146850-itb_luncurkan_mobil_hemat_energi |